Desember 13, 2008
Knowledge speaks, but wisdom listens.
(Jimi Hendrix)
Pengetahuan berbicara, namun kebijaksanaan mendengar. Dengan lain kata, orang yang memiliki pengetahuan bisa berbicara banyak, namun orang justru dikatakan bijak saat dia banyak mendengar. Ajukan pertanyaan....
Ajukan pertanyaan pada diri Anda sendiri saat ini. Dalam hidup sehari-hari, Anda lebih banyak berbicara atau mendengar?! Menurut survei, wanita berbicara tiga kali lebih banyak daripada laki-laki setiap harinya.
Dunia menganggap bahwa orang yang berpengetahuan luas adalah orang yang hebat. Hal ini benar. Namun, ada yang lebih hebat dari itu ternyata, yakni orang bijak.
Setidaknya ada beberapa alasan mengapa orang bijak lebih hebat daripada orang yang sekedar tahu atau pintar.
Orang bijak pasti pintar, namun orang pintar belum tentu bijak.
Orang bijak dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang pintar, seperti bisa membaca situasi, tahu bagaimana harus membawa diri dalam berbagai keadaan, serta tahu kapan saatnya.
Semua orang bisa berbicara, namun tidak semua orang bisa mendengar dengan baik dan melakukan apa yang didengarnya. Bicara mudah, tapi bagaimana dengan praktiknya?!
Contoh ketika orang bijak terjun masuk dalam dunia anak-anak, mereka akan menjadi seperti anak-anak. Mereka mampu dan mau menyesuaikan diri.
Anda tidak akan berhasil merebut hati anak-anak jika Anda bersikap seperti orang dewasa. Anak-anak tidak mampu memahami dunia dan pemikiran Anda.
Orang bijak memiliki kerendahan hati. Tidak menonjolkan diri dan kepintarannya. Suaranya mungkin tak terdengar, namun perbuatannya bergema di mana-mana.
Jadilah orang yang lebih dari pintar, jadilah orang yang bijak. Orang yang bijak adalah harta yang berharga, baik bagi keluarga, lingkungan, maupun dunia ini. Dan, lagi orang bijak pasti disukai oleh semua orang
(dari sebuah sumber)
November 21, 2008
tulisan kemaren menjurus pada riya, iya ya? menurutku malah cenderung pada sombong karena aku tuh memang angkuh dan sombong, huahahaha...
berhubung aku sombong dan angkuh, nich ada cerita dikit menyangkut kesombonganku yang semoga bisa membutakan dunia, wakakakz.....
A Lesson from Maths
One more instance of how different individuals think and learn differently.
A teacher teaching Maths to seven-year-old Arnav asked him, 'If I give you one apple and one apple and one apple, how many apples will you have?'
Within a few seconds Arnav replied confidently, 'Four!'
The dismayed teacher was expecting an effortless correct answer (three).
She was disappointed. 'Maybe the child did not listen properly,' she thought. She repeated, 'Arnav, listen carefully. If I give you one apple and one apple and one apple, how many apples will you have?"
Arnav had seen the disappointment on his teacher's face. He calculated again on his fingers. But within him he was also searching for the answer that will make the teacher happy. His search for the answer was not for the correct one, but the one that will make his teacher happy. This time hesitatingly he replied, 'Four...'
The disappointment stayed on the teacher's face. She remembered that Arnav liked strawberries. She thought maybe he doesn't like apples and that is making him loose focus. This time with an exaggerated excitement and twinkling in her eyes she asked, 'If I give you one strawberry and one strawberry and one strawberry, then how many you will have?'
Seeing the teacher happy, young Arnav calculated on his fingers again. There was no pressure on him, but a little on the teacher. She wanted her new approach to succeed.
With a hesitating smile, young Arnav enquired, 'Three?'
The teacher now had a victorious smile. Her approach had succeeded. She wanted to congratulate herself. But one last thing remained. Once again she asked him, 'Now if I give you one apple and one apple and one more apple how many will you have?'
Promptly, Arnav answered, 'Four!'
The teacher was aghast. 'How Arnav, how?' she demanded in a little stern and irritated voice.
In a voice that was low and hesitating, young Arnav replied, 'Because I already have one apple in my bag.'
When someone gives you an answer that is different from what you expect don't think they are wrong. There may be an angle that you have not thought of at all. You will have to listen and understand, and not listen with a predetermined notion.
November 05, 2008
Mendengar kata narkoba yang mampir di benak kita adalah seputar ganja, heroin, opium, extasy, putau dan ganknya, barang2 laknat penghancur masa depan bahkan disebut-sebut sebagai perusak generasi paling mujarab. Lalu apa narkoba itu sendiri?
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang menyebabkan pengaruh bagi penggunanya. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, ransangan semangat, halusinasi atau timbulnya khayalan2 yang menyebabkan efek ketergantungan bagi penggunanya.
Jenis-jenis narkoba yang termasuk kedalam narkotika adalah:
OPIOID
Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Pavaver somniverum yang mengandung kira-kira 20 alkaolid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.
Opiat alami lain atau opiat disentesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), codein (3-methoxymorphine), dan Dilaudid (hydromorphone).
Efek yang ditimbulkan:
Mengalami pelambatan dan kekacauan saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, kerusakan hati (liver) dan ginjal, resiko terkena virus HIV dan hepatitis juga penyakit infeksi lainnya makin meningkat, penurunan libido, kebingungan dalam identitas seksua, dan hal yang tak dapat diungkiri adalah kematian akibat overdosis.
Bahan - bahan opioid yang sering disalahgunakan adalah:
* Candu
* Morfin
* Heroin (putaw)
* Methadone
* Demerol
KOKAIN
Kokain adalah zat yang adiktif yang sangat berbahaya dan sering disalahgunakan. Kokain adalah alkaloid yang yang berasal dari tanaman belukar Erythroxylon coca, berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
Saat ini kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karen aefek adiktif dan efek merugikan telah kenali.
Kokain juga sering disebut sebagai snow, coke, girl, lady dan crack (kokain dalam bentuk paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat).
Efek yang ditimbulkan:
Kokain digunakan karena secara karakteristik menyebabkan elasi, euforia, peningkatan harha diri dan perasaan perbaikan pada tugas mental dan fisik. Kokain dalam dosis rendah dapat disertai dengan perbaikan kinerja pada beberapa tugas kognitif.
Pemakaian kokain (sabu-sabu) ini menjadi bersemangat, gelisah, tidak bisa diam, tidak nafsu makan, paranoid, lever terganggu. Shabu-shabu juga mengakibatkan efek yang sangat kuat pada sistem syaraf, pemakai shabu - shabu secar mental akan tergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus - menerus dapat merusak otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian, bahkan menyebabkan impoten.
GANJA (Cannabis Sativa)
Ganja dapat dikategorikan sebagai desperan (obat yang mengurangi kegiatan sistem saraf) dan “halusinogen” (menimbulkan halusinasi). Ganja terbuat dari daun tanaman kannabis. THC (Delta 9 tertrahydrocannibinol) adalh salah satu dari 400 bahan kimia yang ditemukan dalam ganja. THC-lah yang menyebabkan pengaruh yang mengubah suasana hati. Kadar THC yang terdapat dalam ganja yang beredar semakin hari semakin meningkat.
Ganja (kannabis) mempunyai beberapa bentuk. GAnja biasanya berbentuk dedaunan seperti tembakau berwarna hijau. Hashish atau minyak hashish merupakan bentuk ganja yang lebih kuat. Hashish adalah getah pohon ganja dan dijual dalam bentuk minyak aatu kubus padat kecil.
Ganja (Cannibius Sativa) banyak tumbuh di Aceh dan daerah Sumatera lainnya, dan telah sejak lama digunakan oleh penduduk sebagai rempah masakan. Tanaman Erythroxylon coca (Cocaine) banyak tumbuh di Jawa Timur dan pada waktu itu hanya untuk di ekspor. Konon ganja Aceh merupakan ganja terbaik di dunia.
Nama - nama lain: gele, daun, cimeng, dll
Ganja dapat menimbulkan efek yang berbeda - beda. Beberapa orang mengalami reaksi yang lebih kuat dari yang lain. Reaksi yang paling umum adalah perasaan “teler” atau “melayang”.
Pengaruh - pengaruh yang lain adalah:
* Paranoid (ketakutan yang berlebih dan tidak rasional)
* Muntah - muntah
* Kehilangan koordinasi
* Kebingungan
* Nafsu makan meningkat
* Mata merah
* Halusinasi
* Pengaruh jangka panjang pemakaian ganja
Penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang lebih berat apabila ganja dikonsumsi secara teratur, diantaranya:
* Resiko tinggi Bronkhitis, kanker paru - paru, dan penyakit - penyakit pernapasan
* Kehilangan minat dan semangat untuk melakukan kegiatan, kehilangan tenag adan kebosanan
* erusakan memori jangka pendek, daya pikir logika dan koordinasi gerakan badan
* Dorongan seksual meningkat
* Jumlah sperma berkurang (pada pria), siklus menstruasi tidak teratur (pada wanita)
* Gejala gangguan kejiwaan yang berat
* Kerusakan sistem kekebalan tubuh
--- dikutip dari sebuah sumber ---
Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya keluar jendela.
Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya
kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa
Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah juga ?" Si bapak tua menjawab,
"Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."
***
Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup -
jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau
karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.
Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut
pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi
supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal
jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat
diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual,
pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.
Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan
sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua
kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak
tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.
" Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak
bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu
itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan. "
Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih
baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk
dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.
Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.
" Semoga kita menjadi orang yg bijak "
--- dikutip dari sebuah sumber ---
Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan- diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan:
1. Menciptakan definisi diri positif.
Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem
keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan
definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:
* Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
* Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
* Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini. Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.
2. Memperjuangkan keinginan yang positif
Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.
3. Mengatasi masalah secara positif
Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.
4. Memiliki dasar keputusan yang positif.
Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.
5. Memiliki model / teladan yang positif
Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal:
* pengalaman pribadi (life experiencing)
* duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain).
demi untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Manajemen (SIM), maka postingan pertama saya ditujukan untuk pak cahyo selaku dosen SIM dengan penyertaan data sebagai berikut :
nama ESTIN KURNIATI
no absen 06
NPM 08460004595
semester VII kelas B
D-IV akuntansi