Maret 26, 2009
Pernahkah kita jatuh pada titik di mana kita merasa bahwa kita tidak ingin hidup lagi?! Cobaan hidup yang begitu berat dan tak habis-habisnya seolah menekan kita begitu berat, sampai-sampai kita merasa tak kuat untuk bertahan lagi. Hati pun berkecamuk dan mulai sering bertanya sampai kapan kita bakal hidup seperti ini terus.
Mungkin hal ini lebih banyak dialami oleh seseorang dengan kepribadian yang cenderung melankolis (pemikir yang cermat). Namun, bukan berarti seseorang dengan karakter lain seperti kolerik (tegas dan dominan), plegmatis (stabil), maupun sanguin (si periang yang intim) tidak pernah mengalaminya. Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya kejenuhan dalam hidup.
Namun, hidup ini bukanlah tentang apa yang kita rasakan. Hidup ini lebih dipengaruhi dengan kemauan kita. Kenyataan hidup menuntut kita, mau - tidak mau, untuk menjadi orang yang kuat, tegar, sabar, dan tabah dalam menjalani hidup.
Adakalanya kita kuat, adakalanya kita lemah. Orang bilang ada kalanya kita di atas, ada kalanya kita di bawah. Jika kita ingat hal itu, maka kita tidak akan menjadi orang yang mudah putus asa. Karena apa yang kita rasakan hari ini hanyalah sementara saja.
Tidak mengapa jika hari ini kita merasa lemah. Tidak mengapa jika hari ini kita bangun dengan mood yang buruk. Segalanya tidak berakhir di situ. Segalanya tidak berakhir saat kita merasa semuanya buruk. Karena hidup ini adalah proses dan proses itu baru selesai ketika kita menutup mata untuk selamanya nanti.
Jika hari ini kita merasa baik-baik saja, maka bersyukurlah, dan tetaplah waspada. Jagalah hati supaya kita tidak mudah jatuh oleh berbagai tekanan-tekanan yang mungkin bakal timbul. Persiapkan hati dengan kemauan untuk rela menerima segala yang mungkin bakal terjadi.
Namun, jika pagi ini kita bangun dengan mood yang tidak karuan, maka cepatlah sadar dan milikilah kemauan yang keras untuk bangkit. Kemauan kitalah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita, bukan apa yang kita rasakan. Bersemangatlah!!
Chayo!!!!!!!!!!
Maret 11, 2009
"It takes 64 muscles of the face to make a frown, and only 13 to make a smile. Why work overtime?" - unkown -
Lagi-lagi kesibukan, jadwal kuliah padet, tugas yg banyak, berantem ma temen, berantem ma soulmate, deadline tugas, berbeda pendapat,membuat kita stres dan lupa bagaimana cara tertawa. liat ajah, orang-orang di Jepang bahkan rajin ikut kursus biar bisa tertawa untuk ngilangin stres. Kebanyakan mereka sulit wat tertawa coz terlalu serius bekerja dan terlalu sibuk membuat mereka tertekan.
Ketika membaca beritanya di suatu media, mungkin kita boleh menertawakan kebodohan mereka. Mengapa untuk tertawa saja harus mengikuti kursus segala? Namun lihat diri kita sendiri. Saat ini mungkin kita mulai sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Belum lagi kalo ada sesuatu hal yang menghalangi kegiatan kita dan menghambat prosesnya. Kita pasti jengkel dan stres dibuatnya. Perlahan kemudian wajah kita selalu serius dan senyum ramah itu jarang dapat dinikmati.
Lalu apakah kita masih bisa menertawakan apa yang dilakukan orang-orang Jepang di luar sana? Apakah kita membutuhkan kursus yang sama? Gak seserius itulah. Yakinlah, untuk tersenyum itu bukan hal yang sulit. Apalagi dunia ini begitu banyak hal indah yang dapat membuat kita tersenyum bahagia. Bagaimana tidak, setiap hari kita melihat terbitnya matahari, birunya langit yang kadang-kadang keabu-abuan karena mendung, bunga-bunga berwarna-warni dengan kumbang dan kupu-kupu yang bermain di atasnya. Coba sebutkan bagian mana yang tidak indah?
Kesibukan, pekerjaan, rasa kesal boleh mengganggu aktivitas kita. Tetapi semua hal berat itu tidak akan menghalangi kita untuk tersenyum bahagia. Tidak! Tentu Tidak! Kita berhak tersenyum dan kita berhak bahagia. Gak susah kok, karena untuk tersenyum hanya membutuhkan 13 otot wajah saja, dan gak akan membuat kita merasa lelah. Bayangkan untuk cemberut aja kita butuh 64 otot wajah untuk bergerak dan tegang. Oleh karena itu, kita lebih sering kelelahan kalo kita dalam keadaan tegang, marah dan stres.
Yuk kita tersenyum sama-sama, katakan aku bahagia.
jadi inget lagunya oppie "i.m single i'm very happy" hehe8...
pokoke try to be happy 4ever ^_^
-dari sebuah sumber-