April 02, 2009
Peace cannot be kept by force. It can only be achieved by understanding.
Albert Einstein)
Kita dapat hidup rukun dan damai dengan orang lain jika ada pengertian satu sama lain. Pengertian bahwa tiap manusia berbeda. Pengertian bahwa kita tak bisa memenuhi tuntutan semua orang dan orang lain juga tidak harus memenuhi semua tuntutan kita.
Pengertian bahwa tiap manusia memiliki standarnya sendiri-sendiri, misal tentang keindahan, kerapian, kebersihan, lezatnya makanan, dinginnya cuaca, lucunya sebuah film komedi, bagusnya sehelai gaun, maupun hal lainnya.
Sebab apa yang menurut kita bagus belum tentu bagus bagi orang lain. Makanan yang menurut kita enak belum tentu enak buat orang lain.
Kita mungkin juga bakal tertawa terbahak-bahak jika melihat sebuah film, namun orang lain tetap diam tak bergeming. Rumah yang bagi kita sudah rapi dan bersih, mungkin masih jauh dari standar kerapian dan kebersihan orang lain.
Pengertian bahwa kita mungkin menganggap orang lain aneh, dan bagi orang tersebut kita juga aneh. Semua ini timbul hanya karena kita berbeda darinya. Apa yang biasa kita lakukan, tidak biasa dilakukannya, demikian juga sebaliknya.
Pengertian bahwa segala problema yang ada di dunia ini terlalu besar untuk masuk dalam penalaran kita yang terbatas.
Pengertian bahwa kita tidak selalu dapat mengerti apa yang sedang terjadi, mengapa dia melakukan hal itu, atau kapan doa-doa kita akan dijawab.
Semakin besar pengertian yang kita miliki, maka semakin mudah kita merasakan kedamaian dalam batin, dan semakin mudah pula kita hidup damai dengan orang lain.
Pengertianlah yang menarik damai masuk dalam hati dan hidup kita, bukan besarnya kekuasaan yang kita miliki sekarang.
Orang lain tak tertarik pada besarnya kekuasaan yang kita miliki. Mereka tertarik dengan seberapa peduli kita terhadap kehidupan mereka.
Anak-anak tak peduli dengan berapa banyak uang yang mati-matian orang tua sediakan untuk mereka. Mereka hanya peduli dengan seberapa banyak waktu yang orang tua habiskan dengan mereka.
Pasangan kita tak peduli seberapa benar dan salah diri kita. Mereka hanya peduli apakah kita tetap mau minta maaf jika kita berbuat salah.
Apa gunanya kekayaan dan kekuasaan bila tidak disertai dengan pengertian yang besar?! Karena hanya pengertian yang mengundang kedamaian datang dan tinggal dalam hidup seseorang.
mengertikah dia?
mengertikah mereka?
kita sering menuntut untuk dimengerti, namun pantaskah kita dimengerti?
** komen kok malah takon... :D **
kan seperti postingan sebelumnya...
kita lalukan yg terbaik untuk orang lain tapi gak usah mengharapkan imbalan dari mereka. kita luruskan diri kita dulu sebelum meluruskan orang lain. justru orang2 yg tidak pernah bisa mengerti orang itu lah yang seharusnya dapat dijadikan wacana wat kita, mengapa mereka seperti itu?? pasti ada sebabnya. gak usah lah pusing2 cari penyebabnya. just do the best as we can do. apa yg kita lalukan murni hanya untuk mengharap ridho-NYA. jadi mereka tak mengerti kita pun tak apa. yg penting Allah bisa dan akan selalu mengerti kita ^_^
fiuh...aku kok gak ngerti-ngerti ya?! mohon dimaklumi, tingkat kecerdasan orang kan beda2. sebagai orang yang gak terlalu cerdas emang agak sulit untuk bisa mengerti. butuh waktu. jadi mohon dimaafkan jika misalnya ada masalah yg nggak kumengerti.
hehehe...
bukan bermaksud membela orang yg gak mau ngerti, bukan pula merasa tersindir karna suka gak ngertian. hanya minta pengertiannya, karna gak semua orang yg gak ngerti itu sengaja gak mau ngerti. mungkin karna kurang cerdas jadi butuh waktu untuk mengerti.
okey?!
piss...
pren
gak usah ikut campur juga dah memberikan kedamaian...
kalo gak pada ngertiin ya udah... cuma bisa berharap semoga kita diberikan kesabaran dan termasuk hamba Allah yg diridhoi...
amin...
ga perlu menuntut dingertiin
juga gak perlu menuntut untuk dijelaskan...
semua punya jalannya masing2.. semua punya paradigmanya masing2..
biarkanlah mereka bahagia dengan apa yang ada saat ini... dan itulah sejatinya anda "mengerti" dia....
aq gak setuju klo "cukup silent ajah sudah sedikit mengundang kedamaian".
itu mah apatis.
diam memang bisa bikin tenang suasana, tapi bukan berarti damai.
damai tidak sekedar suasana tenang, tapi lebih ke perasaan.
perlu diluruskan pengertian kedamaian. apakah damai di sini dalam arti salah satu cara penyelesaian konflik, atau hakikat damai itu sendiri, yaitu perasaan bukan suasana/keadaan.
protes mah gak ada yg ngelarang. wes trima aja apa yang ada. biarkan mereka berkreasi dengan apa yang membuatnya bahagia.
apa perlu dipertegas atau digaris bawahi... SEDIKIT mengundang.... ingat SEDIKIT.. tidak kah engkau mau sedikit saja menerimanya??? SEDIKIT saja.. jika tidak ya tidak usah protes... mengapa gak selalu bersyukur aja bahwa ada orang yang SEDIKIT salah dalam kata, bukan BANYAK salah dalam perbuatan..